Emitter

Komponen utama dalam sistem irigasi tetes adalah sebagai berikut
a. Emitter
b. Pipa Lateral
c. Pipa Utama
d. Unit Pompa / Bagunan Utama

Point Source Emitter ( Emitter Pembasahan Titik )
Contoh : Dripper pada tanaman kakao, jeruk, mangga, dan regulating stick pada tanaman paprika, melon, tomat di dalam Green House.

Line Source Emitter ( Emitter Pembasahan Garis ).
Contoh : Drip Pipe, Drip Tape, In Line Dripper pada tanaman di on farm (cabe, tomat, strawberry, semangka, melon, sayur-sayuran, bunga potong, dsb).

Tipe Pemakaian Emitter
Irigasi Permukaan (Surface Irrigation System).
Dimana Pipa Lateral dan Emitter terletak di permukaan tanah dan air di teteskan di permukaan tanah. Contoh pemakaian : pada tanaman buah-buahan, bunga potong, baik menggunakan dripper maupun sprayer.

Irigasi Dibawah Permukaan (Sub Surface Irrigation Systems).
Dimana Pipa Lateral dan Emitter terletak di bawah tanah dan air irigasi di teteskan di dalam tanah pada zone perakaran. Contoh pemakaian : pada tanaman strawberry, tebu, dll.

Tanah basah di bawah irigasi tetes

  • Bentuk zona basah tergantung pada karakteristik fisik tanah.
  • Di tanah ringan, distribusi air lebih sempit dan lebih dalam.
  • Di tanah berat, distribusi air lebih luas dan dangkal.

Jarak antara inline drippers

  • Jarak yang disarankan untuk tanah berat: 0,50m 1,00m
  • Jarak tanah sedang yang direkomendasikan: 0,40m hingga 0,75m
  • Jarak yang direkomendasikan tanah ringan: 0,20m hingga 0,50m
  • GH media tanam tak dinodai jarak 0,20m antara drippers

Menghitung tingkat irigasi emitor

Emitter: dripper, penyemprot kabut, sprinkler, selang irigasi, sprinkler pistol besar, dll.,
Laju aliran emitor/Area emitor = Laju irigasi (lit/jam/m^2) atau (mm/jam)

Data:
Laju aliran emitor: lit/jam.
Area emitor: m^2 (L x L)
W = jarak antara emitor-line
L = jarak antara emitor pada emitor-line

Sebuah contoh:
Laju aliran emitor = 256lit/jam.
Luas emitor = 64m^2 (8m^2 x 8m^2)

Tingkat irigasi = 4mm/jam. (256lit/jam. bagi 64m^2 = 4lit/jam/m^2)

Menghitung Durasi Operasi (Shift)

Pembagian kebutuhan air Laju irigasi = Durasi operasi (jam)

Data:
Kebutuhan air: mm/hari (atau menyala/pohon/hari)
Tingkat irigasi: mm/jam.

Sebuah contoh:

Kebutuhan air: (Penguapan/hari x Faktor tanaman) = 8mm/hari
Tingkat Irigasi = 4mm/jam.
Durasi operasi = 2 jam. (8mm/hari membagi 4mm/jam.)

Menghitung jumlah operasi/shift per hari

Total jam/hari yang tersedia dibagi satu durasi operasi = Jumlah (jumlah) operasi/hari

Sebuah contoh:

Total tersedia jam/hari = 16 jam.
1 durasi operasi = 2 jam.
Jumlah operasi/hari = 8 operasi/hari (16 jam/2 jam)

Berdasarkan 7 hari Irigasi per minggu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *