Nutrisi

Mengenal Unsur Hara Kebutuhan Tanaman

Tanaman memerlukan unsur hara yang lengkap agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produk yang berkualitas. Pemenuhan unsur hara kebutuhan tanaman merupakan hal yang mutlak dilakukan, karena ketersediaan unsur hara di alam sangat terbatas, dan semakin berkurang karena telah terserap oleh tanaman. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dapat digolongkan dalam 2 bagian besar, yaitu :

  1. Unsur Hara Makro

Hara adalah bermacam – macam mineral yang terdapat di dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk melakukan fotosintesis.Zat hara  juga merupakan sari makanan dalam bentuk cair. Mineral tersebut dalam bentuk cair yang dapat diserap oleh akar untuk disalurkan ke zat hijau daun. Mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersendiri atas Nitrogen (N), Belerang (S), Fosfor (P), Kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg)

Selian enam mineral di atas, tumbuhan masih membutuhkan mineral lain untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Mineral lain yang dibutuhkan antara lain terdiri Molibdenum (Mo), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Born (B) dan Klor(Ci)

Jika dihitung, tumbuhan membutuhkan 14 jenis mineral untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, ke 14 jenis mineral itu adalah bersama – sama karbondioksida(CO2) dan sinar matahari dalam proses fotosintesis. Apabila salah satu jenis mineral di atas tidak terpenuhi, maka tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan baik. Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar, yang termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, S dan Mg.

a. Nitrogen

Merupakan unsur hara makro, dan mutlak dibutuhkan oleh tanaman. Merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman secara keseluruhan, khususnya pertumbuhan akar, batang dan daun. Berperan dalam pembentukan zat hijau daun (klorofil) yang sangat penting untuk melakukan proses fotosintesis. Berperan dalam pembentukan protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik lainnya.

            Gejala tanaman yang kekurangan unsur Nitrogen :

  1. Pertumbuhan tanaman berjalan lambat
  2. Tanaman kurus dan kerdil
  3. Daun hijau kekuningan, pendek, kecil dan tegak
  4. Daun yang sudah tua berwarna hijau muda, kemudian berubah kuning dan layu.
  5. Bila sempat berbuah, buahnya akan kerdil, cepat masak lalu rontok.

            Pengaruh kelebihan unsur Nitrogen pada tanaman antara lain :

  1. Menghasilkan tunas muda yang kurang baik/lemah.
  2. Produksi biji-bijian berkurang
  3. Memperlambat pemasakan / penuaan buah dan biji-bijian
  4. Mengasamkan reaksi tanah, menurunkan PH tanah, dan merugikan tanaman, sebab akan mengikat unsur hara lain, sehingga unsur nitrogen menjadi sulit diserap tanaman.
  5. Pemupukan jadi kurang efektif dan tidak efisien

Gambar Tanaman yang kekurangan unsur Nitrogen

b. Fosfor (P)

Fosfor merupakan unsur makro yang menyusun komponen setiap sel hidup, fosfor dalam tumbuhan sangat membatu pembentukan protein dalam mineral yang sangat penting bagi tanaman, merangsang pembentukan bunga, buah dan biji. Bahkan mampu mempercepat pemasakan buah dan membuat biji lebih berbobot. bertugas mengedarkan energi keseluruhan bagian tanaman, merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar.

Fungsi dari fosfor sendiri adalah

  • Berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda.
  • Merupakan bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.
  • Membantu proses asimilasi dan pernapasan tanaman.
  • Mempercepat pembungaan dan pemasakan biji dan buah.

Gejala kekurangan unsur Phosfor adalah :

  • Seluruh warna daun berubah menjadi lebih tua dan sering tampak mengkilap kemerahan.
  • Tepi daun, cabang dan batang akan berwarna merah keunguan yang lambat laun akan berubah menjadi kuning dan kemudian layu.
  • Jika tanaman berbuah, buahnya akan kecil, mutunya jelek, dan cepat masak.

Gambar tanaman yang kekurangan fosfor

c. Kalium (K)

Unsur kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat, membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakar dan akhirnya gugur.

Unsur kalium berhubungan erat dalam kalsium dan magnesium. Ada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. sebab, sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar dari pada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demikian, pada beberapa kasus, kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium

Fungsi dari Kalium

  • Berfungsi membantu pembentukan protein dan karbohidrat
  • Memperkuat tanaman sehingga daun, bunga dan buah tidak mudah rontok/gugur.
  • Salah satu sumber daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit

Kekurangan Kalium

Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakar dan akhirnya gugur. Bunga mudah rontok dan gugur. Tetapi daun ‘Hangus’, dan mengulung ke bawah, dan rentan terhadap serangan penyakit.

Kelebihan Kalium

Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat, Sehingga tenaman mengalami defisiensi.

             Gambar tanaman yang kekurangan kalium

d. Kalsium (Ca)

Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang menguatkan, dan mengatur daya tembus, serta merawat dinding sel. Perannya sabgat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defieni Ca, pembentukan daun dan pertumbuhan akar tergagu, dan berkibat penyerapan hara terhambat. Ca Berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel, dan mengatur distribus hasil fotosintesis.

Sungsi Kalsium

  • Berfungsi untuk merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mengeraskan batang tanaman dan merangsang pembentukan biji.
  • Calsium pada batang dan daun bermanfaat untuk menetralkan senyawa atau keadaan yang tidak menguntungkan pada tanah.

Kekurangan Kasium

Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah, terjadi perubahan bentuk daun, mengeriting, kecil dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.

Kelebihan Kalsium

Kelebihan kalsium tidak berefek banyak, hanya mempengaruhi pH tanah.

Gambar tanaman yang kekurangan kalsium

e. Magnesium (Mg)

Magnesium adalah aktifasi yang berperan dalam transportasi engeri beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat keberadaanya di daun, terutama untuk ketersedian klorofil. Jadi kecukupan mangnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan komponen sintesis protein. Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang tersedia sedikit, yang terbawa hanyalah unsur berbobot ‘ringan’ seperti nitrogen. jarak antar ruas panjang. Ciri – ciri ini persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.

Fungsi dari Magnesium (Mg)

  • Berperan dalam pembentukan zat hijau daun (klorofil), karbohidrat, lemak dan senyawa minyak yang dibutuhkan tanaman.
  • Berperan dalam transportasi Phosfat di tanaman.

Kekurangan Magnesium

Munculnya bercak – bercak, kuning di permukaan daun tua, hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemah dan kahirnya mudah teraang penyakit terutama embun tepung (powder mildew)

  • Daun tua mengalami kerusakan dan gagal membentuk klorofil sehingga tampak bercak cokelat, daun yang semula hijau akan berubah kuning dan pucat.
  • Daun mengering dan seringkali langsung mati
  • Daya tumbuh biji menjadi berkurang. Bila biji tumbuh, kualitas akan kurang baik.

Kelebihan mangnesium

kelebihan mangensium tidak menimbulkan gejala ektrim

Gambar tanaman yang kekurangan magnesium

f. Belerang atau Sulfur (S)

Kelebihan Sulfur

Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asam amino sistin, sistein dan metionin. Disamping itu Sulfur juga merupakan bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A dan Glutation. Diperkirakan 90% sulfur dalam tanaman ditemukan dalam bentuk asam amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai peptida. Sulfur (S) merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme senyawa – senyawa komplek. Sulfur juga befungsi sebagai aktivator atau regulator enzim berperan dalam proses fusional tanaman.

Kekurangan Sulfur

Jumlah sulfur yang di butuhkan oleh tanaman sama dengan jumlah fosfor (P). Kesehatan S menghambat sistensis protein dan hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman kekurangan nitrogen. Kahat S lebih menekan pertumbuhan tunas dari pada tumbuhan akar. Gejala sehat S lebih nampak pada daun muda dengan warna daun yang menguning sebagai mobilitasnya sangat rendah di dalam tanaman (Haneklaus dan penurunan kandungan klorofil secara drastis pada daun merupakan gejala khas pada tanaman yang mengalami kahat S. Kahat S menyebabkan terhambatnya sintesis protein yang berkorelasi dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut.

Gambar tanaman kekurangan sulfur atau belerang

2. Unsur Hara Mikro

Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit. Walupun hanya diserap dalam jumlah kecil, tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro, bunga adenium tidak tampil prima. Bunga akan lunglai, dll. Unsur mikro itu adalah Boron, Besi, Tembaga, Manggn, Seng dan molibdenum.

a. Boron (B)

Borom memiliki kaitan erat dalam proses pembentukan, pembelahan dan diferensiasi, dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintesis RNA, bahan dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanaman boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. Kukurangan boron paling sering di jumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta.

Fungsi Boron

  • Berfungsi mengangkut karbohidrat ke dalam tubuh tanaman
  • Membantu bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif
  • Berperan dalam pembelahan sel pada tanaman biji

Kekurangan Boron

  • Gejala klorosis dari tepi daun, daun menjadi layu, kering dan mati
  • Daun muda tumbuh kerdil, kuncup mati dan berwarna hitam
  • Pada jagung menyebabkan tongkol tidak berbiji.
  • Daun berwarna lebih gelap dibandng daun normal, tebal dan mengerut

Kelebihan Boron

Ujung daun kuning dan mengelami nekrosis

Gambar tanaman kekurangan boron

b. Besi atau Ferroo (Fe)

Besi berperan dalam proses pembentukan protein, sebagian pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa electron pada proses fotosintesis dan respirasi, sekligus menjadi activator beberpaa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehingga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe sering bertentangan atau antagonis dengan unsur mikro lian. Untuk mengurangi efek itu, maka Fe sering dubungkus dengan Kelat (Chelate) seperti EDTA ( Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organic yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA makan sifat antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.

Kekurangan Besi

Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika adenium dikeluarkan dari portnya akan terjadi potongan-potongan akar yang mati.

Kelebihan Besi

Pemberian pupuk dengan kandngan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.

c. Tembaga (Cu)

Fungsi penting tembaga adalah activator dan membawa enzim. Dia juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentukan klorofil, dan berperan dalam fungsi reproduksi.

Kekurangan Tembaga (Cu)

Daun berwarna hijau kebiruan, tunas daun menuncup dan tumbuhan kecil, pertumbuhan bunga terhambat serta pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, terutama pada jenis tanaman jeruk dan tanaman sayur.

Kelebihan Tembaga

Tanaman tumbuh kerdil, percabangan terbatas, pembentukan akar terhambat, akar menebal dan berwarna gelap.

d. Mangan (Mn)

Kelebihan Mangan

Mangan merupakan unsur mikro yang di butuhkan tanaan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Mangan sangat berperan dalam sintesa klorofil selain itu berperan sebagai koezim, sebagai activator beberapa enzim respirasi, dalam rekasi metabolism nitrogen dan fotosisntesis. Mangan juga diperlukan untuk mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tumbuhan yang mengalami kekurangan manggan memerlukan sumber N dam bentuk NH4+. Peranan mangan dalam fotosintesis berkaitan dengan pelepasan electron dari air dalam pemecahanya menjadi hidrigen dan oksigen.

Fungsi unsur hara mangan (Mn) bagi tanaman

  • Diperlukan tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
  • Berperan penting dalma mempertahankan kondisi hijau daun yang tua
  • Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
  • Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi

Mn Diperlukan dalam kultur kotliedon selada untuk memacu pertumbuhan jumlah pucuk yang di hasilkan. Mn dalam level yang tinggi dapat mensubsitusikan Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat mengantikan fungsi dadalam beberapa system enzim tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948.

Kekurangan Mangan

Defisiensi unsur hara, atau kata lain kekurangan unsur hara, bisa menyebabkan pertumbuhantanaman yang tidak normal dapat disebabkan oleh adanya defisiensi suatu atau lebih unusr hara, gaguan dapat berupa gejala visual yang sepesifik. Sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloropas, ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsur Mn antara lain : pada tumbuhan berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun uda mirip kecoklatan dan garis – garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, seperti pada tanaman lupin. Identifikasi gejala defisiensi mangan bersifat relative, seringkali defisiensi suatu unsur hara bersamaan dengan kelebihan unsur hara lainya. Dilapangan tidak mudah mebedakan gejala-gejala defisiensi. Tidak jarang gaguan hama dan penyakit meyerupai gejala defisiensi unsur hara mikro. Gejala dapat terjadi karena sebagai macam sebab.

Gejala dari defisiensi mangan memperlihatkan bintik nekrotik pada daun. Mobilitas dari mangan adalah komplek dan tergantung pada sepesies dan umur tumbuhan sehingga awal gejalanya dapat terlihat pada daun muda atau daun yang lebih tua. Kekurangan mangan ditandai dengan menguningnya bagian daun antara tulang-tulang daun. Sedangkan tulang daun itu sendiri tetap.

e. Seng atau Zinc (Zn)

Hampir mirip dengan Mn dan Mg, sangat berperan dalam activator enzim, pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya terjadi pada media yang sudah lama digunakan

Kekurangan Seng (Zn)

Perumbuhan lambat, jarak antar buku pendek, daun kerdil, mengkerut atau mengulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning, terbuka dan kahirya gugur. Buah pun akan lebih lemas sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok.

Kelebihan Seng (Zn)

Kelebihan seng tidak menunjukan dampak nyata pada tanaman

f. Khlor (Ci)

Kelebihan  Khlor

Terlibat dalam osmosis (pergerakan air atau zat dalam sel), keseimbangan ion yang diperlukan bagi tanaman untuk mengambil elemen mineral dan dalam fotosintesis.

Kekurangan Khlor

Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga. Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas menujukkan gejala seperti di atas.

g. Natrium (Na)

Kelebihan Natrium

Terlibat dalam osmosis (pergerakan air) dan keseimbangan ion pada tumbuhan, salah satu kelebihan efek negatik Na adalah bahwa dapat mengurangi ketersediaan K.

Kekurangan Natrium

Daun – daun tanaman hijau tua dan tipis, tanaman cepet menjadi layu.

h. Cobalt (Co)

Kelebihan Cobalt

Cobalt jauh lebih tinggi untuk fiksas nitrogen daripada ammonium gizi, tingkat kekurangan nitrogen dapat mengakibatkan gejala defisiensi

Kekurangan Cobalt

Mengurangi pembentukan hemoglobin dan fiksasi nitrogen

i. Silicone (Si)

Kelebihan Silicone

Si dapat meningatkan hasil melalui peningkatan efisiensi fotosintesis dan menginduksi ketahanan terhadap hama dan penyakit ditemukan sebagai komponen dari dinsing sel. Tanaman dengan pasokan silicon larut menghsilkan tanaman yang lebih kuat, meningkatkan panas dan kekeringan tanaman, teleransi silicon dapat disimpan oleh tanaman di tempat infeksi oleh jamur untuk memerangi penetrasi dinding sel oleh jamur menyerang.

Kekurangan silicone

Dapat mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit.

j. Nikel (Ni)

Kelebihan Nikel

Diperlukan untuk enzim urease untuk mengurangi urea dalam membebaskan nitrogen ke dalam bentuk yang dapat digunakan untuk tanaman. Nikel diperlukan untuk penyerapan zat besi. Benih pelu nikel untuk berkecambah. Tanaman tumbuh tanpa tambahan nikel akan berangsur-angsur mencapai tingkat kekurangan saat mereka dewasa dan mulai pertumbuhan reproduksi

Kekurangan Nikel

Kekurangan dari unsur nikel pada tanaman akan menimbulkan kegagalan dalam menghasilkan benih yang layak

k. Molibdenum (Mo)

Fungsu Molibdenum untuk tanaman

  • Membantu mengikat nitrogen dari udara bebas.
  • Mengaktifkan enzim Nitrogenase.

Gejala kekurangan unsur ini adalah :

  • Daun berubah warna, keriput dan kering
  • Pertumbuhan terhenti dan tanaman kemudian mati

i. Bloosom dan Rot

Merupakan suatu kegagalan proses fisiologi tanaman karena kekurangan Kalsium (Ca) sebagai salah satu sumber nutrisinya. Kekurangan Kalsium menyebabkan pembentukan jaringan tanaman tidak sempurna, terutama pada buah, di mana terdapat jaringan yang tidak sempurna seperti cekungan kering dan lunak dan lama kelamaan menjadi warna coklat kehitaman pada ujung buah yang paling jauh dari pangkal batang buah.

Ini bukan karena hama, parasit atau penyakit karena serang bakteri atau jamur pathogen yang menyerang jaringan tanaman tetapi diakibatkan oleh kegagalan tanaman itu sendiri dalam mentraportasikan sumber nutrisi kalsium.

Sebab-sebab;

  • Kondisi media tanam yang miskin sumber Kalsium (Ca) seperti tanah berpasir, tanah kasar dan lahan Gambut.
  • pH tanah yang Acidic/asam.
  • Kelembaban media tanam yang tidak merata.
  • Pemakaian Nitrogen terlalu tinggi juga mengurangi kemampuan penyerapan Kalsium (Ca).

Mengatasinya:

  • Persiapan yang cukup adalah jalan yang terbaik, berilah Nutrisi sumber Kalsium (Ca) pada media tanam sebelum ditanami.
  • Menjaga media tanam agar stabil pada pH 6,5 kecuali beberapa varietas yang menginginkan pH tertentu.
  • Menjaga dan menstabilkan kelembaban media tanah, contoh pemakaian mulsa pada budidaya, menghidari stress kekeringan dan hindari overwatering.
  • Pemakaian Nitrogen yang terukur.
  • Bila sudah terkena dapat ditanggulangi dengan cepat dengan profilaksis penyemprotan lewat daun dengan sumber Kalsium (Ca) Non Nitrogen yang larut air tanpa endapan.
  • Memberikan Sumber Nutrisi Mg lewat foliar/penyemprotan pada daun agar  meningkatkan tranportasi pada Xilem untuk mengangkut Sumber Kalsium (Ca) dari akar. -astutipudji@BP3KotaPontianak-

FERTIGATION IN DRIP IRRIGATION

Salah satu Kelebihan menggunakan sistem irigasi tetes adalah kemampuan untuk menginjeksikan pupuk langsung ke akar tanaman dan menciptakan kondisi yang optimal untuk pertumbuhannya Proses ini disebut Fertigasi. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Kita perlu mengetahui cara menginjeksikan pupuk dengan  benar menggunakan sistem irigasi tetes.

Ada empat Peraturan di dalam Fertigasi

Peraturan nomor satu, Hanya pupuk yang larut dalam air yang boleh digunakan dalam sistem irigasi Tetes dan Biasanya berwarna putih. Berikut adalah daftar pupuk yang cocok di Aplikasikan untuk Fertigasi:

Aturan kedua, Saat mencampurkan pupuk ke dalam larutan, Kita perlu mengetahui pupuk mana yang bisa dicampur dan mana yang tidak bisa dicampur. Beberapa pupuk tidak kompatibel, dan jika dicampur akan mengkristal yang dapat menyumbat  sistem irigasi Anda. Pupuk yang tidak boleh dicampur adalah:

  1. Fosfat dengan Kalsium
  2. Sulfat dengan Kalsium
  3. Magnesium dengan Fosfat

Untuk lebih lengkapnya kita bisa melihat Compatibility Chart untuk memastikan campuran pupuk yang Boleh dicampur dan yang tidak bisa dicampur

  • Untuk kotak warna biru adalah campuran yang kompatibel untuk fertigasi misalnya Ammonium Nitrate (AN) dan Urea (Ur)
  • Untuk kotak warna kuning adalah campuran pupuk yang memiliki kompatibiliti terbatas sehingga masih meninggalkan residu Ketika bercampur misalnya Calcium Nitrate (CN) dan Potassium Sulphate (SOP)
  • Dan untuk kotak warna merah adalah pupuk yang tidak bisa dicampur sama sekali misalnya Multi-NPK (PN+P) dan Multi-KMG (PN+Mg)

Aturan nomor tiga, Kita perlu mengetahui jumlah pupuk yang bisa dilarutkan, Jumlah ini tergantung pada konsentrasi pupuk dan suhu air. Secara umum, pada suhu air yang lebih tinggi, pupuk akan mudah larut. Dalam air dingin, pupuk harus dicampur sedikit demi sedikit untuk memastikannya dapat larut sepenuhnya. intinya, persentase pupuk yang bisa dilarutkan di tangki air akan dipengaruhi oleh konsentrasi pupuk dan suhu air. Sebagai pedoman, kami merekomendasikan untuk menyiapkan larutan dengan konsentrasi tidak lebih dari 20% persen dari konsentrasi pupuk.

Untuk lebih detail dapat dilihat pada tabel berikut :

Misalnya :

  • Kita ingin melarutkan Potassium Nitrate pada temperature 25⁰C, maka komposisi yang disarankan adalah 316 gr Potassium Nitrate per 1 liter air
  • Kemudian Ketika kita akan melarutkan Urea pada temeperature 20⁰C, maka komposisi yang disarankan adalah 1060 gr Urea per 1 Liter air
  • Untuk di Indonesia komposisi ideal yang disarankan adalah di temperature air 20⁰C karena temperature air di Sebagian besar wilayah Indonesia berkisar antara 20⁰C -35⁰C

Peraturan terakhir namun tidak kalah pentingnya, aturan nomor empat, Kita perlu mengetahui cara menginjeksikan larutan pupuk ke dalam sistem irigasi. Kami memiliki aturan praktis untuk ini, yaitu air sebelum dan air sesudah proses. Maksudnya adalah Saat kita memulai proses Fertigasi, Bilas terlebih dahulu sistem dengan irigasi saja (air bersih) kira-kira seperempat volume irigasi. selanjutnya injeksikan pupuk melalui sistem sekitar dua perempat dari Volume irigasi. Setelah injeksi pupuk selesai, bilas lagi sistem dengan irigasi (air bersih) kira-kira seperempat dari volume irigasi untuk mencuci semua sisa pupuk. Misalnya jika Anda melakukan Irigasi selama empat puluh menit untuk prosesnya adalah

a. 10 menit pertama Bilas sistem dengan irigasi saja

b. 20 menit  berikutnya Injeksikan Pupuk

c. 10 menit terakhir bilas lagi dengan Irigasi

Prosedur ini adalah cara terbaik untuk memastikan distribusi pupuk yang seragam di seluruh permukaan tanah dan mencegah residu pupuk di sistem irigasi. Setelah kita mempelajari cara Fertigasi yang benar, izinkan saya menunjukkan kepada Anda tes singkat yang dapat dilakukan sebelum menginjeksikan pupuk untuk memastikan tidak meninggalkan residu di sistem irigasi yang kita sebut dengan JAR TEST (urea vs KCL merah)

Mari kita lakukan sedikit uji coba

  • Tuangkan air dan pupuk ke dalam toples dengan takaran yang relatif sama yang akan kita gunakan dalam Fertigasi
  • Aduk pupuk di dalam toples, jika terdapat residu dan pupuk tidak langsung larut. Artinya campuran ini tidak dapat digunakan dalam sistem tetes.
  • Jika pupuk masih belum larut, tunggu 24 jam kemudian kita lihat lagi Jika pupuk larut sepenuhnya, dan tidak ada residu, berarti campuran aman digunakan dengan sistem tetes.

Singkat cerita, jika Anda menggunakan sistem irigasi tetes untuk Pemupukan, kita harus berpegang pada empat aturan ini, maka kita akan mendapat hasil yang maksimal dalam Fertigasi dan taanaman Anda akan dalam kondisi yang optimal untuk pertumbuhan.

@referensi : agus Chandra, Op. Bid Pertanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *