Media Tanam

PERFECTING SOIL

Banyak petani terkadang melupakan atau bahkan mengacuhkannya meskipun tahu itu tidak benar. “KUALITAS MEDIA TANAM SEBAGAI KOMPONEN KEBERHASILAN BERBUDIDAYA.” Beruntungnya tanah budidaya di negara kita masih banyak yang baik, tapi itu anggapan 30 tahun yang lalu, kecuali lahan baru atau tanah yang jarang digarap oleh pemiliknya untuk saat ini. Banyak yang beranggapan bahwa tanah mereka masih subur karena sebelumnya tanahnya memang subur. tetapi setelah dipakai beratus-ratus kali dan panen, tidak ada penambahan pembenah tanah apapun atau kurang jumlahnya.
Apakah yakin masih subur dan gembur? Buktinya banyak petani yang mengeluh, setiap tahun hasilnya selalu menurun terus tidak seperti pada awal pembukaan lahan, padahal pemakaian pupuk kimia jumlahnya malah meningkat.

Tapi coba dibayangkan bila tanah yang subur (bukan jenis tanah berpasir) bila tidak pernah diberikan bahan organik selama 1 tahun, 5 tahun, apalagi sampai di atas 10 tahun dan ditanami sepanjang tahun tanpa jeda. Dapat dipastikan tanahnya akan menjadi liat, padat dan keras. Mengandalkan pupuk kimia tidak salah, tapi apa juga benar dengan kondisi perlakuan seperti di atas. Pertanyaannya bila pupuk padat diberikan dalam bentuk padat ditebar dan diaduk merata di atas media tanah dst, lalu ditanami.
Sudah cukupkah untuk menjadikan tanaman di atasnya tumbuh dengan baik.
Akibat-akibat tanah yang liat, padat dan keras tersebut antara lain;

  1. Susah ditembus oleh air yang fungsinya sebagai unsur pembawa sumber hara atau pupuk atau nutrisi bagi tanaman agar menyebar ke seluruh media tanam yang nanti membuat bulu-bulu akar menyerapnya tidak maksimal.
    Air sebagai penyedia salah satu unsur pembentuk jaringan tanaman tidak maksimal berperan pada proses fisiologi tanaman. Akibatnya tanaman mudah layu akibat laju transpirasi tanaman tidak seimbang suplainya dari air yang ada di dalam tanah karena sumber air atau kelembaban dalam tanah buruk atau tidak stabil. Pada tanaman yang berbuah, buahnya pecah-pecah dan bobot berkurang.
  2. Oksigen yang dibutuhkan untuk oksidasi dalam proses biokimia dalam tanah agar tanaman mampu menyerap hara dari bentuk mineral atau bentuk mentah menjadi bentuk ionik yang siap diserap oleh tanaman tidak cukup jumlahnya.
    Dan Aerasi yang buruk mematikan porses kehidupan mikrobiologi tanah yang menjadi agent yang bersimbiosis mutualisme yang fungsinya berguna bagi pelarut bermacam-macam sumber nutrisi yang berguna bagi tanaman.Akibatnya: pemakaian pupuk yang boros karena pupuk tidak bisa terserap oleh tanaman dengan baik meskipun dosis sudah melebihi dosis kebutuhan tanaman. Dan mengharuskan pemakaian pupuk berjenis inonik yang siap diserap oleh tanaman menjadikan biaya tanaman lebih tinggi agar tanaman menjadi normal pertumbuhannya.
  3. Dikarenakan bentuk fisik tanah menjadi liat, padat dan keras, maka pertumbuhan bulu-bulu akar tanaman sebagai bagian tanaman yang bertugas mencari atau mensuplai makanan tidak mampu menembus lebih jauh ke dalam serta menyebar ke samping media tanam dari pusat akar untuk mencari sumber makanan bagi tanaman karena sumber makanan di sekitar pusat akar yang miskin sumber hara, sumber hara tidak bisa merata penyebarannya karena media tanam tidak bisa ditembus air sebagai media pembawa sumber hara.Akibatnya: Tanaman pada awal pertumbuhannya bagus begitu pertumbuhan terus berkembang maka kebutuhan akan hara dan air menjadi semakin besar tidak tercukupi, maka perkembangan pada fase selanjutnya akan memburuk seperti batang dan daun mengecil bahkan pada stadium lanjut menjadi stagnan.

Langkah selanjutnya bagaimana bila sudah terlanjur ditanami dan media tanamnya buruk, jawabannya tidak ada yang bisa dilakukan kecuali MENYESAL. Karena tidak mungkin mengaduk dan menambahkan media pembenah tanah pada saat tanaman sudah tertanam dan berakar. Ada yang mengatakan bisa dengan penambahan POC. Apakah bisa?? Karena kekalutan keadaan tanaman yang tidak baik apapun menjadi tidak realistis pemikirannya, yang ujung-ujungnya para petani menjadi obyek korban marketing product yang tidak bermutu karena ketidaktahuan dan sifat-sifat POC tersebut.

Dengan penambahan POC (Pupuk Organik Cair) tidak membantu sama sekali. Karena yang dibutuhkan bukan konsentrat berbentuk hara cair sebagai sumber hara karena sifat kondisi tanah liat, padat dan keras tidak bisa ditembus air atau cairan, tetapi media pembenah tanah yang berbentuk padat, ringan dan berporusitas yang baik agar tanah menjadi gembur, remah dan tidak mudah memadat, sehingga air mudah menyebar, ber-aerasi baik agar pertukaran gas di dalam tanah bisa berlangsung dengan baik dan lancar, serta oksigen bisa menembus ke dalam bagian sekitar perakaran serta media tanam menjadi Water Trap yang baik atau media mampu mencekam air dengan baik, mencekam sementara sumber hara dan dilepas perlahan pada saat dibutuhkan tanaman serta tidak mudah tercuci dan kelembaban tanah pun stabil agar proses fisiologi tanaman berlangsung sempurna.
Untuk Tanah berpasir

kebutuhan bahan organik dan bahan mineral Land Improvement yang mampu sebagai penyempurna lahan berpasir yang mana sifat buruknya seperti:

  1. Tidak mampu mencekam air dalam waktu lama sehingga mudah meneruskan air kelapisan tanah lebih dalam.
    Akibatnya: menjadikan media perpasir tidak stabil kelembabannya dan karena tidak bisa mencekam air atau cairan, maka sumber hara yang larut hilang diteruskan ke dalam lapisan tanah yang lebih dalam menjadikan biaya tanam menjadi tinggi.
    Tanaman sering layu karena tidak seimbang laju transpirasinya disesabkan sering kekurangan cairan pada daerah perakaran, kalau pun dipaksakan menstabilkan kelembaban tanahnya agar tanaman tidak mudah layu maka kebutuhan airnya sangat besar dan menjadikan ekonomi biaya tinggi buat berbudidaya.
  2. Tidak mampu menopang berat tanaman karena sifatnya yang terlalu tinggi porusitasnya.
    Akibatnya tanaman mudah roboh karena tidak mampu menopang beban tanaman apalagi ditambah hembusan angin bila tanaman berpostur tinggi.
  3. Kondisi mikrobiologi dalam tanah yang tidak baik karena kelembabannya kurang dan bersuhu lebih panas sehingga mikrobiologi dalam tanah tidak dapat bertahan hidup dengan baik.

Akibatnya proses biokimia dalam tanah tidak berjalan baik dalam mengolah proses sumber hara atau nutrisi, yang terbukti banyak pemakaian pupuk tetapi tanaman tetap defisiensi atau kekurangan unsur hara sehingga proses fisiologi tanamannya terganggu dan produktivitasnya jauh dari harapan. Solusi tanah berpasir yang pertama adalah:

  1. Memperbaiki sifat fisiknya terlebih dahulu agar mengurangi porusitasnya yang tinggi dengan penambahan Mineral Land Improvement yang baik sehingga tanah berpasir mempunyai daya cekam air yang baik sehingga tidak boros biaya tanamnya.
    Dan hasilnya tanaman tidak mudah layu dan tidak mudah roboh karena daya topang akarnya kuat.
  2. Memperbaiki keadaan biologi tanah agar proses penyerapan unsur hara menjadi lebih baik dan biaya tanam menjadi lebih murah.

REKOMENDASI PRODUCT YANG BAIK
1. SUPER KOMPOS
Pembenah Biologi Tanah

SUPER KOMPOS Berbahan kotoran hewan kambing dan domba murni tanpa campuran, berbentuk powder halus dan sudah melalui proses fermentasi yang sempurna.
Berguna sebagai penambah media tanam agar perkembangan mikrobiologi tanah menjadi baik,
dan mengandung unsur hara mikro dan agen chelat agar sumber hara mudah terserap oleh tanaman.
Sudah disterilkan dari penyakit yang mengganggu tanaman.
Mengandung mikroba:

  1. Trichoderma Harzianum yang fungsi mencegah bakteri maupun jamur pengganggu dalam tanah yang menyerang akar tanaman.
  2. Aspergilus Niger yang berfungsi sebagai decomposer sisa-sisa bahan organik tanah agar tanah menjadi gembur dan remah.

2. GUANO SOIL
Pembenah Fisik Tanah
Guano Soil Berasal dari lapisan soil gua kelelawar yang kaya akan mineral dan Phosphor, serta kandungan unsur hara mikro dikombinasikan dengan Cao dan Sio2, mempunyai berat jenis yang ringan dari tanah umumnya sehingga menjadikan tanah menjadi lebih porus atau berongga dan gembur.
Berguna untuk menaikkan pH tanah, menaikkan Kapasitas Tukar Kation, memperbaiki agregat tanah.

Bentuk       :  Powder 80 mess.
Aplikasi     :  Land Improvement atau perbaikan struktur fisika atau kimia tanah.
Warna       :  Cokelat Muda
pH             :  6,5-7

Penamaan Nama Tanah

Penamaan nama tanah menurut berbagai system klasifikasi tanah (disederhanakan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *